Saturday, 1 January 2011

Membangun Saluran Media Komunikasi Alternatif

Apa yang harus kita lakukan ketika biaya promo di media komunikasi semakin hari semakin tinggi, sedangkan budget perusahaan Anda berbanding terbalik ? Mungkin Anda harus mulai berfikir untuk membangun saluran media komunikasi produk Anda sendiri. Mengapa tidak ?


Hari ini saya mampir ke starbuck. Seperti biasa, hanya untuk sebuah alasan melepas kerinduan pada toko kopi yang harga kopinya cukup menguras kantong saya. Tapi apa boleh buat, toh saya adalah salah satu korban dari mereka yang awalnya membeli atas nama gensi atau harga diri dan pada akhirnya menjadi katagihan. Seperti konsumen Indonesia pada umumnya bukan ? :)

Membeli secangkir kopi yang lebih banyak susunya ketimbang kopi plus ditambah es adalah pilihan saya. Tapi lebih dari itu semua, saya harus mengoptimalkan toko kopi ini dengan membaca majalah gratisan dan memanfaatkan Wi-Fi sampai saya bosan, kalau perlu sampai toko tutup :)

Ada satu majalah baru yaitu NEXT. Awalnya saya pikir ini adalah majalah gratis fashion anak muda yang memang banyak sekali mucul dan tenggelam sendiri karena tak mampu lagi mempertahankan client - client yang menopang biaya produksi. Jadi yah lumayanlah saya pikir untuk mengupdate perkembangan anak muda sekarang ini. Setelah saya buka halaman ke tiga saya baru sadar bahwa ini adalah majalah keluaran Nexian. Yup, Seperti yang saya tulis di paling atas, bisa jadi ini adalah salah satu strategy nexian untuk memangkas biaya promo media yang cukup tinggi. Sehingga memproduksi free magazine akan jauh lebih ber"impact". Mungkin tidak hanya sekedar menekan biaya promo di saluran media yang ada. Tetapi lebih dari itu semua, saya melihat bahwa ini adalah salah satu cara untuk memasuki pasar anak muda. Apakah akan berhasil ? yang semua itu tergantung kepada banyak faktor : content, distribusi, konsistensi dan bagaimana membangun brand free magaazine itu sendiri.

Bila dilihat dari konsistensi, saya pikir Nexian cukup konsisten barangkali. karena majalah yang saya pegang adalah ediri ketiga. Secara konten mungkin sudah lumayan walaupun layoutnya masih jauh dari menarik bila dibandingkan dengan youth megazine pada umumnya, tetapi saya rasa masih bisa diperbaiki. Soal distribusi, saya tidak bisa berbicara banyak karena majalah ini baru saya temui di sini. Jadi saya rasa masih banyak PR yang harus dikerjakan oleh tim kreatif Nexian untuk menjadikan majalah NEXT ini menjadi sebuah alternatif saluran media komunikasi baru bagi NEXIAN sendiri. Good luck for Nexian.

No comments:

Post a Comment